Wednesday, 3 October 2012

Sabar - Aku memilih kehidupan yang lebih INDAH...



Ternyata, kesabaran itu bukanlah mudah.... Justeru, ganjarannya sangatlah indah! Saat kesabaranku "di"goncang, saat imanku "ter"goncang, mujur Allah masih sayang. Masih ada sisa titik putih dalam hatiku, meski dipenuhi titik hitam di segenap ruang qalbu. Allaaahhh... tiadalah daya dan kekuatan di sisiku untuk bersabar, melainkan dengan inayahMu jua.

Mujur, aku berkawan dengan "si penjual minyak wangi". Keharumannya turut mengharumkan aku. Saat aku membuak bercerita penuh emosi, dia berbicara tenang penuh diplomasi. Aku tahu, bicaranya selamba, tak sengaja... tetapi makna kalamnya itu, Tuhan jadikan ia menjentik hati sanubariku.

Saat dia mengatakan, "Buatlah sesuatu yang ikhlas mengikut hatimu"... ruh ku telah tersentak! Batinku telah menangis! Itulah nasihat paling beerti, mengingatkan aku pada baginda Nabi.... saw. Apakah ada ikhlas lain di muka bumi ini, selain melakukan sesuatu hanya kerana Allah... Dan layakkah aku membenci dan mencaci orang lalu aku mendakwa aku melakukannya ikhlas kerana Allah??? Allah... Runtuh segala keegoanku, ranap segala kemarahanku.

Namun, namanya pun manusia, meski hati telah ditundukkan oleh Allah, namun masih ingin menunjuk ego di hadapan manusia lain. Lantas aku terus berbicara dengan omongan yang sia-sia, tiada nilai di sisi Tuhan. Terus-terusan aku meluah isi hati yang emosi, perasaan yang kepanasan. Biar "si penjual bunga" tahu, aku bukan bunga yang mudah dipetik olehnya untuk dibuat haruman. Aku adalah lebah yang garang dan menyengat. Itulah ego manusia di hadapan seorang manusia yang sedarjat dengannya.

Namun, inilah hakikatnya. Hamba tak mampu ego dihadapan Rabb nya. Sejak makna kalamnya menjentik hatiku, aku telah bernekad memadam kemarahan itu di hatiku, melupakan, lagi memaafkan. Bukankah, kemaafan adalah dendam yang terindah??? Aku memilih kehidupan yang lebih indah, seperti nasihat Habib Syech di atas. Terima kasih Habib Syekh... Terima kasih wahai "si penjual minyak wangi". Meskipun kau bukan sesiapa, meskipun kau hanya al-faqir dan pengemis, namun kau menjadi perantaraan tarbiyah Tuhan ke atas jiwaku. Terima kasih yang tak terhingga...

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis