Tuesday, 31 January 2012

ITTIBA' RASUL SAW. DICINTAI ITU LEBIH MEMBAHAGIAKAN. PILIHLAH UNTUK DICINTAI.


“Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, maka Dia akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Aali ‘Imran: 31)
 
ALANGKAH INDAHNYA saat bercinta, kalau si dia mencintai kita. Tanpa meminta, si dia selalu sahaja memberi. Tanpa mengadu, si dia sentiasa sahaja memberikan perhatian. Si dia tak akan membiarkan kita berpenat lelah, kita sentiasa ditatang bagai minyak yang tak mahu tertumpah... Tetapi, alangkah peritnya cinta, kalau kita yang mengejar si dia, sedang dia belum pasti meyintai kita. Kalau kita sering meminta, mungkin saja dia kan bosan, kalau kita selalu mengadu, mungkin saja dia kan jemu. Kitalah yang berpenat mengejar cintanya yang tak pasti, sedangkan dia satu sen pun tak rugi... Itulah bezanya mencintai dan dicintai, maka... cinta yang manakah yang kita kejari...

Begitulah putarannya antara cinta kita, cinta Allah, dan cinta RasulNya. Kita mengejar cinta Allah, dan dalam perjalanan mengejar cinta itu, kita belum pasti adakah Allah menerima kita atau tidak sebagai kekasihnya, dan adakah Allah sudi membalas cinta kita atau menolaknya.. Menerima cinta kita saja belum pasti, inikan pula mengharap balasan cinta dariNya, siapakah yang berani menjamin bahawa diri mereka pasti mendapat cinta Allah atau bisa menjadi kekasih Allah...??? Mempersembahkan ibadah kepadaNya tanda cinta, ibadah itu saja banyak hisabnya, apakah sempurna, apakah ada cacat cela, apakah ikhlas, dan sebagainya. Belum dikira lagi dengan dosa dan maksiat yang tak dapat kita hindari. Dosa yang jelas, dosa yang tersembunyi, dosa meninggalkan suruhan, dosa melakukan larangan, dosa sesama insan, aduhai, terlalu banyak dosa, adakah kita masih boleh diterima untuk dicintai oleh Allah...

Namun, nun di sana... ada satu cinta yang dapat menyelamatkan kita semua. Cinta Allah kepada RasulNya, kekasihNya, habibullah Nabi Muhammad sollallahu alaihi wasallam. Dengan cinta Allah kepada kekasihNya Nabi Muhammad, maka kita semua turut mendapat rahmatNya yakni kecintaanNya. Benarlah Muhammad itu rahmat bagi seluruh alam. Kerana kasihNya Allah pada Nabi Muhammad saw, maka Allah sendiri memberi janji yang pasti, menyerahkan cintaNya kepada sesiapa sahaja yang mengikuti Nabi Muhammad saw. Nah... sekarang, mengapa kita mencari jalan jauh untuk menggapai cinta Allah, mengapa kita mencari jalan penat untuk mencapai cinta Allah, mengapa kita perlu bersusah payah mengejar cinta Allah, sedangkan Allah telah menyediakan pintu gerbang untuk kita masuk ke daerah cintaNya itu... dan pintu gerbang itu, adalah junjungan kita Nabi Muhammad saw.... Tidak ada pintu lain selain daripada baginda, jadi mengapa kita harus bongkak dan angkuh untuk mengejar cinta Allah bersendirian tanpa melalui wasilah baginda saw???? Bahkan dengan mengikut (ittiba') kepada Nabi, kita bukan sahaja mendapat cinta Allah, malah dosa-dosa kita terampun secara automatik (dengan sebab rahmat cintaNya itu). Maka, nikmat cinta yang mana lagi yang ingin kita pertikaikan...

Begitulah keadaannya kita dalam mencintai dan dicintai oleh Allah. Pilihlah untuk dicintai oleh Allah, kerana mengejar cinta itu memenatkan, tetapi mendapat anugerah cinta itu sangat membahagiakan....kerana mencintai itu memenatkan, sedangkan dicintai itu lebih membahagiakan....

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis